Kilasan

Qanun Jinayah di Mata Banci

“Khusus poin homoseksual, Mecca mempertanyakan, darimana aparat penegak hukum mengetahui kalau seseorang gay. Gay adalah lelaki normal, hanya saja hasrat seksualnya yang suka sesama jenis” Di satu jalan Kota Banda Aceh, aku merapat ke tempat teman baruku. Dia tinggal di rumah kecantikan (salon). Aku kenal dia 6 bulan lalu pada acara perlombaan tari kreasi baru

Qanun Jinayah di Mata Banci Read More »

Nafsu Besar Diujung Ejakulasi

Kerja itu menjadi kado terakhir bagi anggota dewan. Ada yang menyebutkan sepert artis kejar tayang dalam sinetron. Biar singkat asal selesai. Ada sautradara yang terus mendesak qanun yang penuh polemik ini dituntas. Tanpa lagi melihat urgensi peraturan tersebut. Ada yang mendukung dan mendesak disahkan segera. Bahkan pendukung tidak segan mengklaim yang menolak raqan jinayah adalah

Nafsu Besar Diujung Ejakulasi Read More »

Ketuk Lempar Batu di Gedung Rakyat

Senin 14 September 2009, jarum jam telah menunjukkan angka 09.15 WIB. Langit Aceh tampak murung. Di berbagai penjuru langit, tak ada harapan mentari bersinar. Bahkan awan-awan hitam mulai berkelebat. Titik- titik air pun tumpah- ruah ke bumi. Mulailah penghuni bumi menyelamatkan diri. Burung-burung menuju peraduan, sementara manusia yang “anti” hujan memilih singgah untuk berteduh. Namun

Ketuk Lempar Batu di Gedung Rakyat Read More »