Dialektika

Qanun Laba-laba di Negeri Syariat

”Qanun Jinayah lebih dipersiapkan kepada mereka yang ingin bertobat. Bukan mengancam orang untuk dirajam. Sama juga dengan kita mempersiapkan sampan, saat banjir tinggal kita naik saja. Apabila sewaktu-waktu ada yang bertobat mengakui telah melakukan zina, dan pemerintah tidak memiliki produk hukum, ini sangat fatal” Hujan belum reda, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh tampak ramai, orang-orang terus berdatangan. Wartawan, aktifis LSM

Baca Lebih lanjut >

Nafsu Besar Diujung Ejakulasi

Kerja itu menjadi kado terakhir bagi anggota dewan. Ada yang menyebutkan sepert artis kejar tayang dalam sinetron. Biar singkat asal selesai. Ada sautradara yang terus mendesak qanun yang penuh polemik ini dituntas. Tanpa lagi melihat urgensi peraturan tersebut. Ada yang mendukung dan mendesak disahkan segera. Bahkan pendukung tidak segan mengklaim yang menolak raqan jinayah adalah tangan kanan asing yang tidak

Baca Lebih lanjut >

Ketuk Lempar Batu di Gedung Rakyat

Senin 14 September 2009, jarum jam telah menunjukkan angka 09.15 WIB. Langit Aceh tampak murung. Di berbagai penjuru langit, tak ada harapan mentari bersinar. Bahkan awan-awan hitam mulai berkelebat. Titik- titik air pun tumpah- ruah ke bumi. Mulailah penghuni bumi menyelamatkan diri. Burung-burung menuju peraduan, sementara manusia yang “anti” hujan memilih singgah untuk berteduh. Namun tidak bagi puluhan warga yang

Baca Lebih lanjut >